Longsornya Saluran Irigasi Milik PT. Adhi Karya Akan Diperbaiki

107 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1. Com) Paska terjadinya pemberitaan saluran irigasi primer milik PT. Adhi Karya yang longsor di beberapa titik saluran yang sudah jadi, pihak Kordinator Pelaksana PT.Adhi Karya dan Pengawas Lapangan Balai Besar Sungai Mesuji Sekampung meminta klarifikasi terkait pemberitaan itu, pada media yang memberitakan pada Sabtu kemaren.

Sugiri Pengawas Lapangan Balai Besar Sungai Mesuji Sekampung, paska pemberitaan di media Online Bumi1. Com menjelaskan irigasi itu usulan dari beberapa tahun lalu, sekarang sudah dilakukan pekerjaan fisik, kebetulan saya sebagai pengawas di PT. Adhi Karya dan pekerjaan itu sudah selesai, untuk saat ini masih dalam tahap pemeliharaan.

“Untuk pekerjaanya baru selesai, masih tahap pemeliharaan saluran irigasi primer di Desa Mulyosari, rata rata daerah galian pasir, ketemu daerah pasir, kalau ada yang longsor sedikit sedikit itu masih tahap pemeliharaan, ” ucapnya saat memberikan keterangan pada bumi1. Com.

Pemeliharaan saluran irigasi primer kurang lebih 1 tahun sepengetahun saya kira Kira itu, terkait saluran irigasi primer yang longsor nanti akan ada perbaikan, yang jelas dari PT. Adhi Karya, dan yang berwenang masih siap memperbaiki.

Ia berharap pada PT. Adhi Karya, apa yang menjadi tanggung jawab Adhi Karya, harus dilaksanakan seperti contohnya dalam pemeliharaan kerusakan sedikit sedikit seperti longsor harus dikerjakan oleh pihak kontraktor atau diperbaiki. “tegasnya.

Hal senada juga di katakan Kordinator Pelaksana AMS 23 PT. Adhi Karya Eko Aris S. mengatakan untuk pekerjaan fisik kita sudah selesai dan saat ini kami berada pada masa pemeliharaan sampai dengan bulan Desember tahun 2019, jadi kondisi saat ini kita belum bisa memperbaiki karena masih musim penghujan dan elevasi muka air di saluran masih tinggi.

“Kondisi seperti longsor di beberapa titik memang sangat wajar karena lokasi yang longsor itu adalah lokasi tanah berpasir, apalagi bila intensitas hujan cukup tinggi maka air akan menggerus dinding saluran, dan kondisi tersebut masih menjadi tanggung jawab PT. Adhi Karya untuk memperbaikinya, dalam 2 periode di bulan Juli dan November 2019.

Untuk pengambilan air petani, ada paket tersendiri, yaitu paket tersier, yang saat ini sedang dalam masa pelaksanaan, untuk petani nantinya akan mengambil air langsung dari tersier apabila konstruksi sudah jadi, dan petani tidak di perbolehkan mengambil air langsung dari saluran primer lagi, tetapi untuk sementara waktu petani di perbolehkan mengambil di saluran primer, untuk saat ini aliran air irigasi dari bendung Jabung belum dioperasikan, “Bebernya.

Tambahnya, Mudah mudahan dengan adanya saluran irigasi primer yang sudah jadi ini, petani nantinya bisa panen 2 sampai 3 kali panen dalam satu tahunnya. “pungkasnya. (erwan/red)