Warga Petani Keluhkan Pembangunan Saluran Irigasi Milik PT. Adhi Karya

105 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1. Com) Pekerjaan milik Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung tepatnya di Desa Mulyosari dikeluhkan oleh warga petani setempat, belum beroprasinya saluran irigasi primer tersebut sudah banyak yang longsor. Jum’at (01/03/2019).

Warga petani Desa Mulyosari Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan saluran irigasi primer sudah banyak yang longsor yang dikerjakan oleh pihak PT.Adhi karya Persero (Tbk) Difisi Kontruksi II.

Warga petani desa setempat berharap pada bangunan saluran irigasi primer yang longsor tersebut agar cepat diperbaiki kembali, di timbun lagi atau di plengseng menggunakan semen, ” dulukan katanya mau di plengseng menggunakan semen. Sampai saat ini belum diperbaiki, apalagi ini tanah pasir nanti akan longsor terus kalau kena hujan, kalau satu tahun bisa jadi laut kayaknya mas, ” bebernya.

Ia menambahkan saya sebagai petani, sekarang kalau mau ngisi air untuk tanaman padi saya harus menggunakan alkon dan harus mengeluarkan uang mencapai 50 ribu sekali sedot untuk beli minyak, yang tadinya sebelum ada saluran irigasi seperti primer ini saya ngisi air kesawah tidak menggunakan alkon langsung saja karena ada saluran air seperti siring kecil, ” tambahnya.

Hasil pantauan Bumi1.Com di lapangan saat kroscek di lokasi saluran irigasi primer memang benar sudah banyak yang longsor di beberapa titik saluran tersebut, bangunan irigasi primer yang di kerjakan oleh PT. Adhi Karya diduga bangunanya terkesan asal jadi, belum beroprasi dan belum di sahkan sudah pada longsor di beberapa titik saluran irigasi primer yang sudah selesai itu dan di keluhkan oleh warga petani setempat.

PT Adhi karya Persero (Tbk) Difisi kontruksi II saat di konfirmasi terkait keluhan warga petani Desa setempat di kantornya tidak ada yang memberikan keterangan saat mau di wawancarai, hanya sapam saja yang menemui, Direksi Balai Besar Mesuji Sekampung Sugiri saat di hubungi melalui telepon pada pukul 15.09 tidak di angkat atau tidak bisa dihubungi hingga berita ini diterbitkan. belom bisa dikonfirmasi, (erwan/red).