Polisi Berhasil Tangkap Dua Pencuri Hendphone

100 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Polsek Pagelaran Tanggamus berhasil menangkap pelaku pencurian handphone di Pekon Gemah Ripah Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu berinisial DK (15) tahun, sekaligus penadah dan penjual barang curian berinisial SA (23) tahun ikut dibekuk di rumahnya di Pekon Ganjaran Pagelaran tanpa ada perlawanan, selasa (19/02/2019).

Dari hasil penangkapan kedua tersangka, petugas berhasil mengamankan 2 barang bukti berupa, 1 unit Hp Samsung J2 Prime warna hitam dan 1 unit Xiaomi 4X warna Rose Gold dari tangan masing-masing tersangka.

Kapolsek Pagelaran Iptu Edi Suhendra, SH mewakili Kapolres Prengsewu menjelaskan kedua tersangka diamankan berdasarkan laporan korban Wisnu Maulana Pangestu (18) tahun yang telah kehilangan 3 handphone sekaligus saat di carger di dalam rumahnya. “Kejadian dilaporkan korban pada Rabu, 13 Februari 2019 sekitar pukul 02.00 WIB, TKP di rumahnya Pekon Gemahripah Kecamatan Pagelaran Pringsewu,

Lanjutnya, kedua tersangka ditangkap pada hari yang berbeda, SA diamankan pada Hari Minggu tanggal 17 Februari 2019 sekitar pukul 22.00 WIB saat berada dirumahnya dengan barang bukti 1 unit Handphone Galaxy J2 Prime.

Kemudian dilakukan pengembangan akhirnya tersangka DK diamankan pada hari Senin pada pukul 02.00 WIB saat berada di rumahnya di Pekon Gemah Ripah berikut barang bukti HP Xiomi 4X.

“Peran masing-masing tersangka, DK sebagai pelaku pencurian menyimpan 1 HP curian, kemudian 2 HP lainnya diberikan kepada SA untuk dijual. Namun baru laku 1 unit, yang terjual, ” jelasnya.

Kronologis kejadian, modus tersangka DK melakukan pencurian itu dengan cara membuka kunci pintu rumah korban yang terbuat dari kayu. Setelah itu masuk kerumah korban dan mengambil handphone yang sedang di cas di ruang tengah rumah korban.”Akibat pencurian 3 handphone tersebut, korban mengalami kerugian senilai Rp. 2,5 juta,” jelasnya.

Saat ini kedua tersangka berikut barang bukti diamankan di Polsek Pagelaran Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. “Masing tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dan 480 KUHPidana ancaman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Otak tersangka utama mengaku bahwa pencurian itu dilakukannya untuk mendapatkan uang. Bahkan hasil pencurian yang dijualkan oleh SA sebanyak Rp. 300 ribu diambil olehnya dan uangnya habis dipakai sehari-hari. (Sarifal)