LBH Lampung Gelar Diskusi Publik

101 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) LBH bandar Lampung bersama KontraS dan Keluarga Korban Talangsari menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati 30 Tahun Tragedi Talangsari tahun 1989, di kantor LBH Bandar Lampung, di Jalan Amir Hamzah, No. 35, Gotong Royong, Tanjung Karang Pusat, pada 8 Februari 2019 kemaren.

Diskusi bertema “30 Tahun Tragedi Talangsari di Tanah Ramah Ham” membahas tentang kasus Talangsari yang sudah cukup lama dalam kurun waktu 30 tahun namun belum ada penyelesaian dari pemerintah, sudah lima kali pergantian presiden namun belum ada satupun presiden bisa menuntaskan kasus Talangsari dan kondisi korban tidak pernah dapat beranjak untuk lebih baik.

Diskusi yang dihadiri oleh elemen masyarakat sipil, penggiat HAM, Mahasiswa, korban dan keluarga.
Sebagai Narasumber Dorektur LBH bandar Lampung, Candra Mulyawan, Feri Kusuma dari KontraS, Jurnalis investigasi asal Amerika Allan Nairn, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan HAM Fahrizal Darminto, akademisi Budione, dan perwakilan Korban Talangsari.

Diskusi diawali dengan mendengarkan testimoni Amir (70) korban Talangsari. Amir menceritakan penderitaan hidup yang dia alami akibat tragedi Talangsari tersebut “saya adalah PNS guru pada waktu itu, kemudian saya ditahan tanpa proses hukum selama 16 bulan, setelah keluar saya diskors gaji 50 persen dan tidak boleh mengajar hinga setelah pensiun saya tidak dapat dana pensiun.

Akademisi Dr. Budiono Menjelaskan bahwa penyelesaian kasus Talangsari terkendala dengan aturan aturan normatif, “sebenarnya proses hukum sudah mulai dilakukan namun terkendala dengan aturan aturan normatif, tapi sebenernya masalah ini bisa diselesaikan dengan kebijakan apabila ada kemauan dari pemerintah untuk menyelesaikanya,”kata Budiono.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Fahrizal Darminto menanggapi bahwa diskriminasi di desa tersebut harus ditiadakan dan pembangunan infrastruktur segera dilakukan agar semua warga mendapatkan hak yang sama, “kami janji bahwa hal tersebut tidak aka terulang lagi dan warga talangsari akan mendapatkan hak haknya seperti warga yang lainya,” pungkasnya. (Kabul)