Camat Pasir Sakti Himbau, Masyarakat Harus Jaga Kebersihan

1019 Kali Dilihat

Lampung (bumi1.com) Paska adanya wabah DBD di Desa Pasir Sakti yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia, Camat Pasir Sakti menghimbau pada masyarakatnya agar melakukan pencegahan seperti menguras, menutup dan mengubur barang bekas. sabtu (13/01/2018).

Untuk Fogging di Kecamatan Pasir Sakti sudah dilakukan secara maksimal dan setiap rakor di kantor Kecamatan kita adakan sosialisasi tentang dampak DBD, sekaligus kunjungan ke Desa Desa untuk mengadakan pembinaan pada masyarakat terkait wabah DBD. Supaya masyarakat ikut partisipasi menjaga kesehatan, karena fogging itu bukan sepenuhnya membunuh nyamuk tapi lebih kepada M3+ ( menguras, menutup dan mengubur). terutama untuk anak anak harus pakek losien antik nyamuk, karena nyamuk menggigitnya bukan malam hari melainkan pada pagi dan sore hari.

Camat Pasir Sakti Titin Wahyuni menjelaskan dampak dari DBD satu orang warga Desa Pasir Sakti meninggal dunia, karena sipasien ini tidak pro aktip ketika ada gejala gak cepat kemedis, lambatnya pertolongan pada korban mengakibatkan merenggut nyawa seorang warga.

Titin Wahyuni menghimbau pada masyarakat Kecamatan Pasir Sakti beserta UPTD Puskesmas untuk proaktif dan masyarakat juga harus segara melapor kalau Lingkungannya terindikasi wadah DBD, ” secepatnya melapor, karena pihak medis tidak tau kalau tidak ada laporan dari masyarakat, ” bebernya.

” Di Kecamatan Pasir Sakti ada tiga Desa yang terserang DBD, mulai Desa Pasir Sakti, Desa Purworejo dan Desa Mulyosari. itu sementara laporan yang masuk dari Kecamatan.

Ia menambahkan masyarakat harus bisa menjaga kebersihan lingkunganya, seperti contoh air tidak boleh lebih dari 3 hari tidak dikuras, kalau ada air tergenang secepatnya di kuras dan di buang airnya karena nyamuk itu tidak lama kalau mau bertelur dan berkembang biak, gampang menularkan dari tempat yang satu ketempat yang lainnya, “pungkasnya. (erwan/red)