Gaboktan Beberkan PembangunanTanggul Rawa Lebak Di 4 Desa

109 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Pembangunan tanggul rawa lebak di 4 Desa di Kecamatan Braja Selebah dan Labuhan Maringgai Lampung Timur yang mendapatkan program pertanian dari pusat, sudah di kerjakan dan sudah mencapai 75% pekerjaannya. Sabtu (15/12/2018).

Pembangunan tanggul rawa lebak sudah di kerjakan dan berjalan lancar, selain itu pembangunannya sudah bisa dirasakan oleh para petani pada saat musim tanam tiba, hal itu terlihat sangat jelas pada saat Bumi1.com meninjau pekerjaan di lokasi pembangunan.

Ketua Gapoktan Desa Braja Luhur Saimun saat dikonfirmasi dilokasi mengatakan program pertanian dari Pemerintah Pusat untuk pertanian sudah dikerjakan untuk membangun tanggul rawa lebak dan sudah di kerjakan oleh 4 Desa yang mendapatkan program tersebut. “Di setiap Gapoktan sudah mengerjakan semua  sesuai petunjuk teknisnya.

Selain itu, para petani atau masyarakat sangat senang adanya program pertanian dari pusat untuk pembangunan tanggul rawa lebak, selain untuk menahan banjir juga untuk mengeluarkan hasil pertanian dari sawah.”Kata Saimun mewakili Gapaktan lainnya.

Lanjut Saimun, untuk total anggaran pembangunan di 4 Desa tersebut mencapai 4 miliar untuk rincianya berfariasi di setiap Desa, Desa Karang Anyar 1,8 miliar, Desa Braja Luhur 1 koma sekian, Desa Braja Kencana 400 sekian dan Desa Braja Yekti mencapai 600 sekian,”Jelasnya.

Untuk realisasi pekerjaan di 4 Desa sudah mencapai 75%, mudah-mudahan di ahir tahun ini sudah selesai. Dan di masing-masing Desa seperti Desa Karang Anyar sudah 95%, Desa Braja Luhur sudah 80%, Desa Braja Kencana sudah 50%, dan Desa Braja Yekti sekitar 40% terealisasikan, ini realisasi di setiap Desa.

Dalam hal ini intruksi dari Kasi Lahan dan Irigasi kerjakan sesuai petunjuk teknisnya dan konsultan, ia berharap adanya pembangunan ini para petani bisa sejahtra dalam bidang pertanian sehingga bisa menciptakan suwasembada pangan, “Pungkasnya.

Ashari petani Desa Braja Luhur mengatakan ia sangat senang adanya pembangunan seperti ini, di karenakan sebelumnya sering banjir, bahkan pada saat petani tanam satu kali saja belom pasti panen, dengan adanya tanggul rawa lebak ini mudah-mudahan petani akan bisa penen dua kali dalam satu tahun,”Ucapnya.

Selain itu, ia berharap nantinya ada normalisasi kali supaya air sungai bisa mengalir lancar menuju kelaut,” Pinta Ashari petani padi.

Sementara Jemu petani padi Desa Braja Luhur menambahkan, dulu sebelum ada tanggul penangkis di sini, belom tentu panen dalam satu tahun sekali karena sawah para petani sering kebanjiran dan mengakibatkan gagal panen, selain itu tidak bisa panen dua kali dan kemungkinan besar adanya tanggul rawa lebak ini akan bisa panen dua kali dalam satu tahunnya.

Jemu berharap, bangunan yang jadi ini apabila kalau rusak nantinya agar bisa di perbaiki kembali supaya awet, “Pintanya. (ADV)