Warga Harap Pemdes serius Tangani Masalahan Sampah

101 Kali Dilihat

Lampung (bumi1.com) Pemerintahan Desa (Pemdes) Banding Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, diminta serius menangani permasalahan sampah yang saat ini semakin mengkhawatirkan. Sabtu (13/10/2018).

Upaya tersebut dianggap perlu dilakukan, mengingat semakin krisisnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Seiring makin banyaknya sampah yang ditemukan berserakan akibat dibuang sembarangan dan minimnya upaya pemdes dalam menyadarkan masyarakat.

Juhariansyah salah seorang warga setempat mengatakan bahwa gagasan tersebut merupakan hasil pemikiran bersama, antara masyarakat dan pemdes.

“Paling tidak ada upaya dari pemdes dalam menyadarkan masyarakatnya agar tidak lagi membuang sampah sembarangan,”tuturnya.

Ia berharap agar kedepannya, selain memberi himbauan pemdes juga dapat menyediakan motor sampah melalui Danan Desa (DD) serta mempekerjakan masyarakat setempat untuk mengambil sampah sampah yang ada di halaman rumah masyarakat.

“Pemdes harus terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat menaruh sampah di halamannya masing masing. Baru kemudian di dukung dengan sarana sarana yang disediakan pemdes,” jelasnya.

Lebih jauh Juhariansyah memaparkan, nantinya apabila pemdes kesulitan dalam memberi insentif pekerja yang mengambil sampah karna tidak ada posnya, pemdes dapat membuat Perdes tentang kontribusi/retribusi ke pengusaha pengusaha yang ada di wilayahnya termaksud masyarakay yang menggunakan jasa petugas sampah.

“Untuk insentif petugas sampah, bikin Perdes saja, manfaatkan perusahaan perusahaan yang ada didesa serta masyarakat yang menggunakan jasa sampah untuk kepentingan bersama. Namun sebelum membuat Perdes pemerintah desa harus mempersiapkan fasilitasnya terlebih dahulu, serta pemdes juga harus mencari pola retribusi yang tepat bagi para pengusaha sehingga retribusi bisa berkeadilan,” ujarnya.

Juhariansyah menambahkan, Prihal Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sewaktu jaman kepemimpinan kepala desa yang sebelumnya ada lokasi yang dapat dimanfaatkan, tinggal bagaimana upaya lanjutan dari pemdes sekarang untuk mengelolanya.

“Untuk TPA setau saya ada tanah desa dikhebamban, waktu itu kata almarhummah mantan kepala desa yang lalu, tapi seperempat dari nilai tanah itu bicarakanlah dengan ahliwaris karna sebelumnya memakai uang pribadi almarhumah mantan kepala desa,”pungkasnya. (Jusman).