Warga Bauh Gelar Tradisi Seni Budaya Tiban.

100 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Ratusan pecinta Seni Budaya Tiban dari beberapa kecamatan di Lampung Timur, datang berbondong-bondong untuk ikut meramaikan Seni Budaya Tiban di Lapangan RBC, Desa Bauh Gunung Sari, Sekampung Udik, Lampung Timur, Sabtu (6/10/2018).

Seni Tiban adalah salah satu tradisi budaya asal Jawa Timur, yang biasanya dilakukan pada saat musim kemarau panjang. Dengan iringan suara Kendang dan lantunan tembang-tembang Jawa, dua orang diatas panggung yang sama-sama memegang Pecut (cambuk dari lidi pohon aren) bergantian saling mencambuk sambil menari-nari. Dengan di pimpin oleh seorang Plandang atau wasit, kedua peserta saling unjuk kelihaian dalam menyambuk atau menangkis secara bergantian tiga kali menyambuk dan tiga kali menangkis.

“Apabila peserta pandai menangkis maka ketika dicambuk tidak akan kena cambuk, sebaliknya apabila tidak mahir menangkis cambuk maka akan kena cambuk. Begitu juga pada saat menyambuk, apabila sudah mahir dalam menyambuk maka cambukan tersebut akan mengenai pada sasaran, Kedua peserta setelah selesai saling cambuk dia akan saling bersalaman sebagai tanda tidak ada dendam diantara mereka.

Ketua panitia kegiatan Muali (70) mengatakan bahwa kegiatan ini adalah untuk melestarikan tradisi budaya warisan nenek moyang.

”Kegiatan dilakukan hanya pada saat musim panas dan kemarau tiba, ini adalah budaya yang sudah turun temurun dilakukan sejak nenek moyang dulu, rencana kegiatan ini dilaksanakan dua hari yaitu sekarang dan besok, sedangkan peserta yang hadir memang kita undang, biasanya nanti gantian, setelah ini dari kecamatan atau wilayah lain yang akan mengadakan dan mengundang kita” Imbuhnya.

Hadi Parnoto salah satu peserta Tiban mengatakan bahwa dia sangat senang kegiatan ini “Meskipun dibawah terik matahari yang cetar bahkan sampai harus berdarah-darah dan perih karena bekas luka cambuk tapi saya senang dan tidak takut untuk berulang kali naik ke panggung, buat kami ini adalah panggilan hati karena tradisi ini adalah warisan nenek moyang kami dari Jawa Timur”, ungkapnya.

Seperti diketahui hampir setiap tahun warga Desa Bauh Gunung Sari, setiap tiba musim kemarau panjang, warga pecinta seni tiban menggelar seni budaya Tiban. (Kabul)