Mahasiswa UNU Lampung Ciptakan Kolam Biofolk

1026

Lampung (bumi1.com) Muhamad Rohman Mahasiswa UNU Lampung prodi Perikanan Semester VII untuk saat ini sudah bisa mencitakan lapangan pekerjaan, tepatnya dusun 1 rt4 rw2 Desa Mekar Jaya Kecamatan Bandar Sribawono Lampung Timur, kamis (27/9/2018)

Mahasiswa prodi perikanan berbekal ilmu dan teori kini sudah mulai mengembangkan usaha jenis kolam bundar atau sistem biofolk, “kerena sistem biofolk ini sangat efisien dan mudah bisa di copot kalau tidak dipergunakan lagi, untuk pembikinanya menggunakan besi,terpal dan paralon untuk pembuangan air.

Rohman Mahasiswa UNU Lampung prodi perikanan menjelaskan pembikinan kolam bundar atau sistem biofolk ini berawal melihat dari internet dan biofolk ini sangat moderen, sangat bersih dan efisien anggaran untuk pembikinanyan.

Pertama kali dibuat biofolk pada awal tahun 2018 hingga sekarang masih berjalan. awal percobaan digunakan untuk sendiri sebagai uji coba. Seteh melihat sangat bagus dan sederhana akhirnya banyak yang masyarakat yang minat kolam bundar sistem biofolk ini,”tuturnya.

untuk saat ini pembuatan biofolk sendiri dalam satu bulan bisa mencapai 10 sampai 15 biofolk tergantung order pesanan, untuk omset sendiri sudah mencapai 10 juta perbulan, pengiriman yang paling jauh dari medan, Lampung Selatan, Metro dan seputaran Lampung Timur sendiri.” ungkapnya.

Ukuran kolam bundar atau sistem biofok berfariasi ada yang diameter 2,3 dan 4 cuman untuk saat ini masih banyak yang menggunakan diameter 2 dan 3 yang masih rame, karena tempatnya tidak terlalu lebar dan bisa menampung ikan 1500 sampai 2000 untuk harga biofok yang sudah jadi harganya berfariasi ada yang satu juta dan ada yang satu juta lima ratus, lengkap tinggal pasang.

Ia berharap pada pemkab Lampung Timur untuk kiranya membantu dari segi permodalan, benih ikan dan fasilitas alat untuk bikin kolam bundar atau sistem biofok, artinya nanti bisa bersaing dengan perusahaan perusahaan biofok yang lain, selain itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

“Karena untuk saat ini masih industri rumah tangga semuanya masih menggunakan dengan cara manual. berharap dengan adanya bantuan dari pemerintah akan lebih besar, “pungkasnya. (erwan/red)