Lagi-Lagi Perlakuan Tidak Menyenangkan Terhadap Wartawan

101 Kali Dilihat

Lampung (bumi1.com) Lagi-lagi perlakuan tidak menyenangkan terhadap Awak Media (Wartawan) saat menjalankan tugas Jurnalistik kembali terjadi.kali ini menimpa Andrianto Wartawan Surat Kabar Global Post mendapat perlakuan tidak menyenangkan di Desa Sukoharjo Kecamatan Sekampung Lampung Timur Selasa (6/8/2018).

Dari data yang dihimpun perlakuan tidak menyenangkan tersebut berawal saat Andrianto (wartawan) sedang melakukan Sosial Control di lokasi pembangunan Drainase desa Sukoharjo yang menggunakan Dana Desa.pada saat pengambilan gambar tiba-tiba helm yang dipakainya dipukul oleh seseorang yang mengaku pekerja di pembangunan tersebut.

Andrianto (Wartawan) saat ditemui membenarkan kebenaran insiden tersebut “kejadian berawal saat itu saya sedang melintasi jalan desa Sukoharjo secara tidak langsung melihat pekerjaan desa yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran yang sedang berjalan,yang dimana kurang benar pekerjaanya.

“Namun, Saat Andri hendak melakukan Sosial kontrol dalam pekerjaan tersebut datanglah seorang pria paruh baya yang diketahui inisial UP bertanya kepada saya dengan nada kurang menyenangkan ” kamu dari mana, wartawan apa mana KTA kamu ” jelas kalimat pria tersebut. Dan Pada saat itu juga saat saya hendak mengambil gambar pekerjaan Drainase itu, pria yang mengaku sebagai pekerja dilokasi tersebut memukul helm yang saya gunakan.”jelas Andri Wartawan Surat Kabar Global Post.

Masih dikatakannya, untuk menanggapi hal yang menimpanya pada saat melakukan tugas Jurnalistik dilapangan berharap kepada pihak publik bisa mengontrol dan membimbing ahlak yang baik kepada warga masyarakat agar bisa menerima tamu dalam hal seperti apapun terutama pihak desa Sukoharjo,kecamatan Sekampung kabupaten Lampung Timur.

Hingga berita ini diturunkan, sayangnya pihak Desa (Kades) belum bisa dimintai keterangan akan insiden tersebut dengan alasan sedang tidak berada ditempat.karena hal tersebut di duga menghalangi tugas jurnalistik.yang dimana pada acuan ketentuan sesuai Undang-Undang Pers No.40/1999 pasal 18 yang berbunyi “siapa yang menutup-nutupi / menghalangi memberikan keterangan kepada Pers/Wartawan dapat di tuntut pasal tersebut. Dengan tuntutan Hukuman paling lama 2  tahun dan denda paling banyak Rp.500.000.000”.(red)