Lampung Timur Bakal Kembangkan Budidaya Bawang Merah

1021

Lampung (bumi1.com) Kamis (26/04/2018) Tanaman bawang merah cocok dibudidayakan di Kabupaten Lampung Timur menyusul keberhasilan sejumlah petani setempat membudidayakan tanaman hortikultura tersebut.

“Tadinya kami meragukan tapi setelah kami coba ternyata hasilnya bagus, jadi kami berkesimpulan Lampung Timur cocok untuk budi daya bawang,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur M Yusuf HR saat dihubungi di Lampung Timur, Kamis.

Ia mengatakan bahwa sejumlah petani di Kecamatan Batanghari secara swadaya menanam bawang merah dan telah dipanen beberapa waktu lalu dengan hasil maksimal.

Indikatornya dari hasilnya, lanjut dia, umbinya lebih banyak, kualitasnya sama seperti di Brebes, dengan produksi sebanyak 4 kg per meter.

“Di daerah lain seperti Cirebon, kata pengusaha bawang yang ikut melihat hasil panenya, hanya tiga kilogram per meternya, ini berarti kita lebih tinggi,” ujar Yusuf.

Yusuf menyatakan Pemkab Lampung Timur melalui dinasnya tahun 2018 ini akan mengembangkan tanaman bawang merah yang akan dibudidayakan oleh para kelompok tani.

Luas areal yang akan ditanami bawang merah seluas 25 hektare tersebar di sejumlah kecamatan.

“Kita tahun ini dapat 25 hektare untuk program pengembangan budi daya bawang merah, nanti disebar ke sejumlah kecamatan, antara lain di Kecamatan Waway Karya, Batanghari, Purbolinggo, Braja Selebah dan Sekampung,” tambahnya.

Dalam program pengembangan bawang tersebut, Dinas Pertanian akan memberikan pendampingan, pengetahuan dan keterampilan kepada para petani yang membudidayakan bawang merah tersebut.

Diketahui sebelumnya Kelompok Tani Maju (KTM) 1 di Desa Banjar Rejo Kecamatan Batang Hari Lampung Timur membudidayakan tanaman bawang merah dengan panen maksimal, hasilnya 21 ton perhektare.

Ketua Kelompok Tani Maju 1 Parwoto mengatakan panen bawang merah tersebut membuktikan daerahnya cocok ditanami bawang merah.

“Ini satu bukti bahwa petani tidak hanya bergantung pada komoditas Pajale saja dalam meningkatkan kesejahteraan petani, namun juga melalui komoditas lain seperti bawang merah,” kata Parwoto.

Adanya budidaya bawang merah tersebut menurut Parwoto, telah dapat mengangkat dan meningkatkan kesejahteraan petani di desanya.(Lipsus)