Warga Keluhkan Penarikan Uang Beras Rasta

104 Kali Dilihat

Lampung (bumi1.com) warga Desa sumur kucing kecamatan pasir sakti Lampung Timur, merasa keberatan dengan pungutan 14 ribu yang berbarengan dengan pengambilan beras rasta per KK dengan dalil uang tersebut untuk ulang tahun desa dan menyantuni anak yatim.

Warga desa setempat penerima beras rasta Pada saat dikonfirmasi yang enggan disebutkan namanya mengatakan beras rasta pak dipungut 14 ribu per satu sak rasta dengan berat 10 kg, katanya untuk lomba desa dan santunan anak yatim piatu,pengambilan uang sebesar 14 ribu itu juga bolom dirapatkan oleh pihak desa.rasta turun langsung suruh bayar,”ucapnya warga.

Ia merasa keberatan, katanya beras gratis ternyata suruh bayar sebesar 14 ribu per KK, harapan saya geratis tanpa dipungut biaya. Untuk pengambilan pertama dibalai Desa,kedua dikadusnya,ketiga dipak RTnya di anterin kerumahnya,”pungkasnya.

Kepala desa sumur kucing suroto saat dikonfirmasi tentang adanya pungutan beras rasta kepada warga nya mengatakan pungutan sebesar 14 ribu per KK melainkan untuk santunan dan bersih desa,

Ia menjelaskan, rasta itu tidak dipungut biaya.kami melaksanakan tugas sesuwai instruksi arahan dan atasan, rasta dibagikan Pada warga penerima rasta sejumlah 645 KK dan itu tidak ada pungutan.

“Kalaupun ada pihak pihak mendengar ada pungutan 14 ribu itu tidak benar,”tegasnya kades Pada saat memberikan keterangan kepada bumi1.com.

Masih dikatakannya, yang benar bahwa tokoh ulama dan warganya.dikarenakan ditahun yang lalu didesa sumur kucing ada iyuran infak untuk santunan anak yatim piatu dan bersih bersih desa.

Kalau ditahun yang lalu dibarengkan Dengan beras raskin. Berhubung sekarang tidak ada pungutan maka warga meminta bagaimana caranya santunan anak yatim piatu dan bersih bersih desa bisa berjalan seperti tahun lalu,” jelasnya.

Namun anehnya perkataan kepala Desa sumur kucing dengan warga penerima rasta bahasanya berbenturan atau bertolak belakang dengan warganya sendiri.

Camat pasir sakti Titin Wahyuni saat dikonfirmasi didesa sumur kucing tentang adanya pungutan beras rasta menjelaskan sebelum rasta turun saya selaku camat pasir sakti sudah memberikan sosialisasi dan arahan kesemua kepala desa bahwa penerima rasta tidak boleh dipungut biaya sepeserpun atau dengan dalil pengambilan tebusan rasta yang dibagikan warganya, karena itu betul betul geratis bantuan sosial,” tegasnya camat.(Erwan/red)