Pimpinan Muhammadiah Lampung Timur Gelar Dialog Publik

1019

Lampung (bumi1.Com) Pimpinan Daerah Muhamadiyah Kabupaten Lampung Timur menggelar dialog publik pencegahan intoleransi  antar umat beragama di wilayah setempat selasa (27/02/2018

Dialog digelar di Sekretariat Muhamadiyah setempat, Kota Sukadana Kabupaten Lampung Timur, dengan mengusung tema merajut kebersamaan untuk memperkokoh toleransi umat beragama demi menjaga kondusifitas di Kabupaten Lampung Timur selama penyelenggaran Pilkada Lampung 2018.

Narasumbernya Ustad Arif Kurniawan Lc tokoh agama Muhamadiyah Lampung Timur, Pendeta Yohanes Eko Prasetiyo, S.Sos dari Forum Kerukunan Umat Kristiani Lampung Timur, Kasimun S.Ag, Kasubag Tata Usaha Kementrian Agama RI Kabupaten Lampung Timur  dan I Nengah Miyasa, S.Pd, M.Si Sekretaris Parisada Hindu Dharma (PHDI) Lampung Timur.

Kasubag TU Kemenag Lampung Timur Kasimun memaparkan komitmen pihaknya menjaga kerukunan umat beragama.

Dijelaskanya Kementrian agama menaungi enam agama yang diakui secara sah oleh pemerintah dan keenam agama itu adalah saluran kemenag menjaga kerukunan umat.

“Ada enam agama yang diakui pemerintah secara sah dan agama-agama ini  saluran kemenag mewujidkan kerukunan,” katanya.

Dia menyatakan hidup rukun adalah kebutuhan semua umat beragama sehingga semua golongan agama wajib mewujudkanya.

Yohanes Eko Prasetiyo memaparkan politik identitas. Dia menjelaskan politik identitas adalah memunculkan identitas kelompok berlebihan.

“Politik identitas biasanya dimunculkan saat pemilihan kepala daerah,” katanya.

Menurut dia politik identitas jika dikelola dengan dibandingkan  dan dipertentangkan sangat berbahaya dan merusak keberagamaan yang sudah terjalin baik di masyarakat.

Dia mencontohkan akibat dari politik identitas diantaranya terjadinya konflik di Poso dan Kota  Ambon yang terjadi beberapa tahun lalu.

“Kasus di Poso dan Ambon terjadi karena faktor sentimen agama,” ujarnya.

Sementara Tokoh Agama Muhamadiyah Lampung Timur Ustad Arief Kurniawan meminta peserta pilkada Lampung 2018 tidak memanfaatkan tempat-tempat ibadah sebagai ajang kampanye.

Dia menambahkan terkait kerukunan, bahwa perbedaan tidak untuk dipertentangkan.

Perbedaan adalah rahmat Tuhan yang wajib disukuri dan mengingatkan tujuan beagama adalah menciptakan perdamaian di dunia dan akhirat.

Terakhir Sekretaris PHDI Lampung Timur I Nengah Wiyasa memaparkan empat saluran merajut kerukunan umat pertama lingkungan keluarga, kedua sekolah, tokoh agama dan terakhir oleh pemerintah.

“Cara yang dilakukan pemerintah dengan mensosialisasikan empat pilar kebangsaan, seperti NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika,’ ujarnya.(erwan/red)