Korban HAM Bersama Aktivis Gelar Aksi Kamisan Perdana

102 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung bersama dengan korban pelanggaran HAM peristiwa Talangsari dan sejumlah aktivis Hak Azasi Manusia Mahasiswa menggelar Aksi Kamisan perdana di Bundaran Tugu Adipura Bandar Lampung, Kamis (08/02/2017).

Aksi Kamisan tersebut bertepatan dengan momentum 29 Tahun Tragedi Talangsari yang terjadi pada 7 Februari 1989, dimana pada peristiwa tersebut menurut hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah mengakibatkan setidaknya 133 orang meninggal dan 87 orang hilang.

Direktur LBH Bandar Lampung, Alian Setiadi dalam orasinya mengatakan, aksi kamisan perdana ini dilakukan bertepatan dengan Tragedi Talangsari serta mengenang peristiwa pelanggaran HAM lain yang pernah terjadi di Lampung.

“Ini adalah aksi kami perdana dalam rangka peringatan tragedi pembantaian Jamaah Talangsari pada 29 tahun silam, sampai dengan hari ini kasus Talangsari belum jelas penyelesaiannya oleh pemerintah Jokowi.  Padahal sangat jelas dalam Nawa Cita yang Jokowi sampaikan saat mencalonkan diri untuk maju pada Pilpres 2014, kasus pelanggaran HAM masa lalu akan diselesaikan termasuk kasus Talangsari, “Ungkap Alian.

Ditambahkan juga bahwa aksi kamisan akan terus digelar oleh LBH Bandar Lampung beserta jaringannya sebagai media untuk menyampaikan tuntutan korban pelanggaran  Ham yang pernah terjadi di Indonesia dan Provinsi Lampung khususnya.

Selanjutnya, setiap Kamis sore kami akan terus adakan Aksi Kamisan ini sebagai upaya dan cara menyuarakan aspirasi dari para korban,”Pungkas Direktur LBH Bandar Lampung itu.

Sebelumnya LBH Bandar Lampung juga menggelar diskusi publik peringatan peristiwa Talangsari ke 29, di Kantor LBH Bandar Lampung yang dihadiri oleh Wahyu sasongko Akademisi FH Unila,  Abi Hasan Muan mantan Direktur LBH Bandar Lampung,  Alian Setiadi Direktur LBH Bandar Lampung,  Fadli Ramdhan Ketua AJI Lampung,  Fery Kusuma  KontraS Jakarta sebagai narasumber, dan dihadiri juga oleh Korban dan Keluarga Korban Talangsari, mahasiswa serta aktivis kemanusiaan dari Bandar Lampung. (Kabul)