Nelayan Tradisional Pertanyakan Alat Tangkap Trowl Masih Beroprasi

1032

Lampung (bumi1.Com) Puluhan Nelayan tradisional jaring  Kuala Penet Desa Margasari kecamatan Labuhan Maringgai Lampung timur datangi Markas Kepolisian Perairan setempat pada kamis (1/2/2018)

Kedatangan nelayan tradisional jaring tersebut mempertanyakan adanya nelayan yang masih menggunakan Jaring Trawl/dogol dan kapal dari luar wilayah  dengan leluasa beroperasi di perairan kuala penet.

Puluhan Nelayan mempertanyakan surat edaran dari Dinas kelautan dan Perikanan Lampung Timur bahwa jaring Trawl/dogol tidak boleh lagi digunakan setelah 31 Desember 2017. Namun sampai saat ini Nelayan Trawl/dogol masih juga beroperasi bahkan sejumlah nelayan dari luar daerah lampung ikut beroperasi di wilayah perairan kuala penet, “ucapnya para nelayan jaring.

Zainal Koordinator Aliansi Nelayan Tradisional (ANT) Muara Kuala Penet saat di konfirmasi  mengatakan bahwa sudah empat kali diadakan perjanjian antar nelayan. perjanjian terakhir dilakukan pada 31 Juni 2017 dihadiri oleh kepala Dinas Kelautan dan perikanan Lampung Timur Kepolisian, TNI, Camat serta Kepala Desa setempat dengan kesepakatan bahwa Jaring Trawl tidak boleh di pergunakan lagi.

” kedatangan kami  ke Markas kepolisi perairan meminta agar mulai hari ini nelayan yang menggunakan jaring Trawl untuk di larang beroperasi sampai ada surat izin resmi yang memperbolehkan penggunaan jaring trawl dari pihak terkait” kata zaenal.

Zaenal nelaya tradisional  menduga ada permainan antara pengguna jaring Trawl dengan oknum tertentu, nelayan tradisional beralasan sudah ada surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri kelautan dan perikanan No : B. 664/DJPT/PI.220/VI/2017  tentang perpanjangan masa peralihan alat penangkapan ikan pukat tarik dan Hela di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

” sudah jelas pada surat edaran di poin 2 yang berbunyi kapal berukuran dengan 10 GT sampai tanggal 31 Desember 2017 dilarang beroperasi ” tambah Zaenal.

Sementara itu Pihak kepolisian perairan Kuala penet saat dikonfirmasi aksi warga terkait penenolak alat tangkap trowl yang masih beroprasi mengatakan saya tidak berani mas,saya harus izin dulu dengan pimpinan kalau akan mengeluarkan pernyataan” kata salah satu Anggota Polisi perairan.ucapnya (erwan/red)