Warga Sukabaru Tuntut PT SMAL Tidak Boleh Beroperasi

103 Kali Dilihat

 

Lampung (bumi1.com) warga Sukabaru Melalui lembaga bantuan hukum sai bumi selatan(LBH SABU SEL)dewan pimpinan kabupaten lampung selatan perjuangan rakyat nusantara(DPK-PERNUSA), Warga dusun buring desa Sukabaru kecamatan Penengahan lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor bupati Lampung Selatan,Senin (16/10/2017).

Unjuk rasa tersebut bertujuan menuntut kepada pemerintah setempat untuk memberi tindakan tegas terhadap perusahaan yang menimbulkan dampak buruk baik terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Wargapun meminta untuk menghentikan serta mencabut izin PT.sumber makmur alam lampung(PT.SMAL)karna berdampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat.

Selain dari pada itu, Warga meminta kepada pemerintah memberi ketegasan kepada PT.SMAL terkait kerugian yang di alami maayarakat dusun buring baik dalam infrastruktur dan lainya.dan juga menghentikan penggunaan bahan peledak(BLASTING)dalam aktivitas pertambangan batu dan mengevaluasi kembali terkait izin penggunaan bahan peledak (BLASTING)dalam aktivitas pertambangan batu.

Menurut Ipul selaku warga dusun buring desa sukabaru” sangat merugikan kami gimana tidak rumah kami retak-retak dan ada juga genteng kerposnya sampai patah,yang terkena dampak sekitar lima puluh rumah lebih,kami bukannya tidak boleh batu-batu itu di kelola tapi jangan menggunakan bom ya pakailah alat berat saja,kami sangat kecewa dengan adanya PT.sumber makmur alam Lampung.(PT.SMAL)yang di berikan izin oleh pemerintah daerah kabupaten Lamsel.

” Kami merasa tidak aman dengan adanya PT.SMAL,kami sudah berkordinasi dengan pihak PT.SMAL di balai desa setempat bahkan camat dan kepala desa pun waktu itu ada tapi begitu-gitu saja hanya janji-janji buktinya sudah satu tahun berjalan PT.SMAL beroperasi kami tidak pernah ada konfensasi dari pihak terkait,harapan kami PT.SMAL di berhentikan saja agar kami kebih aman tentram kata ipul.” harapnya.(jusman)