Seorang Pemuda Ditangkap Polisi Lantaran Paksa ABG Berhubungan Intim

1019

 

Lampung (bumi1.com) Kepolisiaan Polsek Labuhan ratu Lampung timur berhasil melakukan penangkapan pelaku tindak pidana pencabulan dan perkosaan anak di bawah umur berinisial MD (19 ) warga Desa Labuhan Ratu IV Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur Senin 04/09

MD ditangkap lantaran telah melakukan pencabulan dan memaksa korban PR (17) warga Desa Labuhanratu IV Way Jepara untuk melakukan hubungan intim.

Sebenarnya Pelaku dan korban sudah saling kenal dengan baik, Awal malapetaka yang dialami PR pada 01 juli 2017 Ia di telfon oleh MD untuk bertemu, karena memang sudah kenal PR tak merasa curiga dan mengiyakan ajakan pertemuan dengan MD.

Setelah bertemu MD lantas mengajak PR ke rumah saudaranya di Dusun Silir Sari Desa Labuhan ratu IV Kec Labuhan Ratu, Kemudian keduanya mengobrol.

Selang beberapa waktu tiba tiba MD meraih tangan PR dan menariknya untuk masuk kedalam kamar, sontak PR melepaskan pegangan tangan MD dan hendak melarikan diri, namun MD berhasil menangkap kembali PR dan membawa serta menguncinya didalam kamar. Kemudian didalam kamar MD dengan leluasa menyetubuhi PR.

 

Wakapolres Lampung Timur Kompol Rahmadi Asbi dalam Keterangannya membenarkan bahwa Kepolisian Sektor Labuhanratu Lampung timur telah menangkap sekaligus mengungkap pelaku tindak pidana pencabulan anak dibawah umur.

“atas laporan dari Korban dan Keluarganya anggota polsek Labuhan Ratu melakukan penyidikan adanya kasus pencabulan yang dialami Korban PR, namun saat itu pelaku tidak ada ditempat hingga pada Senin 04 September 2017 ada informasi dari warga bahwa pelaku yang sedang dicari berada di rumahnya, anggota kami lantas tak menyianyiakan kesempatan tersebut, MD berhasil ditangkap tanpa perlawanan ” ujar Asbi

Atas perbuatannya pelaku MD akan dijerat pasal 81 dan 82 Uu no 35 Tahun 2014  perubahan atas Undang undang No  23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Guna kepentingan lebih lanjut pihak kepolisian telah mengamankan pelaku serta barang bukti berupa satu helai baju warna abu-abu, satu helai celana jeans, dan satu helai bra warna merah muda yang dipakai korban saat peristiwa berlangsung serta bukti hasil Visum Et Repertum.(ED)