Niat Nyolong  Di Toko HP, Pencuri Ini Terjatuh Dari Atap Dan Pingsan

103 Kali Dilihat

ee

Lampung (bumi1.com) nasib apes dialami seorang lelaki paruh baya  sebut saja NR (39) warga Desa kota Raman Kecamatan Raman Utara Lampung Timur Lampung, Berniat hendak mencuri di sebuah toko HP (Counter) ia malah terjatuh dari atap dan kepalanya membentur lantai hingga mengakibatkan dirinya pingsan.

Peristiwa bermula pada  hari senin , 04 September 2017,  NR yang sudah berniat mencuri memanjat dinding Counter milik
Andi Mariyanto di  Dusun I Desa Ratna Daya Kecamatan Raman Utara  Lampung Timur,  karena terkesan gesa  NR menginjak Atap asbes.

Kebetulan pijakan kaki NR tidak tepat pada kayu yang menopang atap asbes tersebut  sehingga Asbes pecah dan ambrol ke bawah, NR pun ikut terjatuh hingga kepalanya membentur lantai.  Kepala NR  Terluka  dan Ia pun pingsan didalam Counter yang hendak Ia Lakukanlah pencurian.

Saat di konfirmasi Wakapolres Lampung Timur Kompol  Rahmadi Asbi  di dampingi Kapolsek Raman Utara IPTU Rahadi membenarkan  adanya tindak pidana percobaan pencurian (Curat) di sebuah toko  HP (counter) milik Andi Mariyanto  warga Raman Utara Lampung Timur,

“Karena tergesa gesa  pelaku menginjak atap asbes dan terjatuh, sehingga kepalanya membentur lantai dan berdarah ” ujar Asbi

Pada pagi hari saat korban hendak membuka tokonya  Ia mendapati  Pelaku ada didalam toko dengan kepala yang berlumuran berdarah,

” kebetulan  tadi pagi Korban hendak membuka Toko, nah saat korban membuka Pintu toko Ia kaget ada seseorang didalam toko keadaan kepalanya berdarah,  kemudian korban menghubungi polisi sektor setempat”  Imbuh Asbi

Selanjutnya Polisi dari Polsek Raman Utara menuju Lokasi dan melakukan penyidikan,  saat itu pelaku mengakui perbuatanya bahwa berniat mencuri di toko HP tersebut.

Barang Bukti yg berhasil di amankan berupa satu buah tangga kayu yang digunakan NR untuk melakukan Aksinya dan satu buah karung diduga untuk menampung hasil curian diamankan bersama pelaku, pemilik toko mengaku merugi Rp. 3.700.000, atas peristiwa tersebut.

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat pasal 363 Jo 53 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 5  hingga 7 tahun Penjara. (ED)