Diduga Melanggar HAM LBH Lampung Desak Mantan Kapolda Lampung Irjen Pol sudjarno Diadili

100 Kali Dilihat

Lampung (bumi1.com) lembaga bantuan hukum (LBH) bandar lampung dan orang tua pelajar Terduga Begal asal jabung melakukan pertemuan menyikapi dicopotnya Kapolda Lampung Irjen Pol sudjarno di Sekertariat LBH Bandar Lampung Jl. amir hamzah gotong royong bandar lampung, Minggu 27/08/2017

Salah satu wakil keluarga Korban penembakan asal Jabung Lampung timur Lekok Abadi menyatakan bahwa kapolda Lampung Irjen Pol sudjarno telah dimutasikan dan tidak bertugas lagi di Polda Lampung, LBH dan Keluarga korban menuntut kasus penembakan terhadap pelajar asal jabung tetap di buka seterang – terangnya.

“Irjen Pol sudjarno sudah berhenti bukan berarti kasus ini berhenti sampai disini kami akan terus memperjuangkan keadilan..sampai titik darah penghabisan” ujar Lekok

Lekok memuji kepemimpinan mantan kapolda Lampung Irjen pol Edwardsyah pernong dan Ike Edwin Yang begitu memahami dalam menyikapi bagaimana melakukan pendekatan secara komprensip kepada warga Lampung.

“untuk menekan kriminalitas tidak harus ditembak mati dan tolong bina kami bukan di binasakan, belajar dari kapolda asli orang lampung bagaimana mereka melakukan pendekatan Kepada kami, sentuhan dan pembinaan adalah harapan kami” tandasnya.

Sementara itu ketua LBH Bandar Lampung Alian Setiadi mendesak kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengadili aparat kepolisian yang bertanggung jawab atas terjadinya penembakan terhadap para pelajar dilampung, diantaranya Penembakan oleh Anggota Tekab 308 Polresta Bandar Lampung terhadap 5 Pemuda dan pelajar asal jabung karena diduga Sebagai Begal, penembakan 3 mahasiswa di Jati mulyo lamsel karena diduga sebagai pelaku penyalahgunaan Narkotika oleh aparat dirnarkoba Polda Lampung.

“kapolda Lampung irjen pol sudjarno bertanggung jawab selaku pimpinan yang mengintruksikan tembak ditempat terhadap para pelaku dua kasus tersebut, kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono dan beserta anggotanya bertanggung jawab atas tewasnya 5 orang Terduga Begal 3 diantaranya pelajar dibawah umur, sedangkan Kombes Abrar Tuntalani beserta anggotanya juga bertanggung jawab atas penembakan terhadap 3 mahasiswa di Jati mulyo, untuk itu mereka harus diadili sesuai dengan ketentuan UU No 39 tentang HAM ” tegas Alian

LBH Bandar Lampung berdasarkan pengaduan dari Keluarga korban telah melakukan investigasi terkait dua kasus tersebut, LBH Bandar Lampung menemukan adanya tindakan pelanggaran HAM Berat dimana tindakan yang dilakukan oleh kepolisian merupakan tindakan “Exstra Judisial Killing”.

yaitu pembunuhan diluar proses hukum yang sangat berkaitan erat dengan pihak yang memiliki kewenangan dalam proses penegakan hukum.

Atas temuan tersebut LBH Bandar Lampung telah melaporkannya ke Div Propam Mabes Polri, Komnas HAM, DPR RI, Kompolnas, KPAI dan LPSK. (ED)