Keceriaan Korban Dan Warga Talangsari Lampung Peringati HUT RI Ke 72

105 Kali Dilihat

Lampung (bumi1.com) Bendera merah putih dan Kain Umbul Umbul warna warni nampak berjejer rapi disetiap depan rumah warga Dusun Subing Putra Jaya III atau yang sering disebut Dusun Talangsari, hari itu Minggu 20 Agustus 2017 Dusun Talangsari tampak Begitu ramai dengan ratusan warga yang hendak menonton dan mengikuti lomba dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) Ke 72.

Suasana ceria nampak terlihat diraut wajah warga Dusun Subing Putra III (Talangsari ) saat mereka sedang mengikuti perlombaan dalam rangkaian HUT RI Ke- 72. Tidak ada pembedaan, baik anak-anak, dewasa, perempuan dan laki-laki mereka berkumpul di salah satu halaman rumah warga di Dusun tersebut.

Warga Dusun Talangsari, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, memperingati HUT RI Ke-72 mereka membuat rangkaian kegiatan diantaranya dengan menampilkan Seni Budaya Kuda Kepang dan berbagai macam perlombaan seperti balap karung, Volly bola plastik, makan kerupuk, memasukan jarum dalam botol, joget jeruk dan jalan gigit sendok dengan kelereng.

Kegiatan HUT RI di Dusun Subing Putra III (Talangsari) digagas oleh kepala dusun setempat Suroso, dan di dukung dengan Program Peduli melalui Organisasi PK2TL (Paguyuban Keluarga Korban Talangsari Lampung) yang bekerjasama dengan warga masyarakat Dusun Talangsari. Suroso merasa senang dengan adanya kegiatan tersebut karena merasa ikut berpartisipasi dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia

“saya sebagai Kepala Dusun merasa sangat senang dengan terselenggaranya kegiatan ini, oleh karenanya saya mendorong semua warga untuk berpartisipasi dalam peringatan hari kemerdekaan negara kita ini” kata Suroso

Suroso memberikan apresiasi kepada warga masyarakat Dusun Talangsari dan semua pihak atas kerjasama dan dukungan yang telah diberikan sehingga kegiatan tersebut bisa terselenggara.

Sementara itu “CO” (Community Organizer) yang juga ketua PK2TL Edi Arsadad merasa salut atas kerjasama dan soliditas yang dibangun oleh korban Peristiwa Talangsari dan warga sekitar, Edi juga berjanji akan terus berupaya untuk mendorong kemajuan warga Dusun Talangsari

“Saya salut dengan kekompakan seluruh warga di Dusun ini, saya akan terus berusaha mendorong untuk kemajuan warga Talangsari ini” ujar Edi

Dusun Subing Putra Jaya III merupakan lokasi terjadinya peristiwa Talangsari Lampung 1989, saat itu jemaah pengajian yang dipimpin oleh Anwar Warsidi dianggap sebagai Gerakan pengacau Keamanan (GPK)

Pada tanggal 6 februari 1989 Dusun Talangsari diserbu oleh aparat militer hingga jatuhlah korban dari kedua belah pihak, Danramil Way Jepara Lampung Tengah Kapten Sutiman tewas dilokasi, sedangkan dari pihak warga sipil ratusan jemaah meninggal serta rumah tempat tinggalnya di bakar dan diratakan dengan tanah oleh aparat militer.

Akibat peristiwa itu Dusun Talangsari menjadi Dusun yang terisolir dari daerah lainnya, warga enggan dan takut memasuki Dusun Talangsari karena dijaga oleh aparat militer

Kini Dusun Subing Putra Jaya III atau Talangsari nampak berbeda dengan tahun tahun yang lalu, Dusun tersebut saat ini Ramai dan meriah oleh warga sekitar, korban Peristiwa Talangsari maupun warga telah bersatupadu dalam pembangunan di Dusun Talangsari.(tim)