Bocah Penderita Epilepsi Harapkan Perhatian Dari Pemerintah

0
97

Lampung (Bumi1.com) Warga Desa Srimenanti Kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur yang berpropesi sebagai tukang parkir kendaraan di Pasar Simpang tepatnya di jalan raya Lintas Pantai Timur itu inginkan anaknya yang berusian 2 tahun itu segera lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya saat ini dan butuhkan uluran tangan dari orang dermawan.

Hal itu terlihat jelas saat Bumi1.com berkunjung dikediamanya, pada Sabtu (17/10/2020). Adinda M.Haqki Madani yang mengidap sakit Epilepsi sejak kecil dan Carebral Plasy Spastik itu tinggal di dusun 01 Desa Srimenanti, putra dari M. Robin Aswi Arifin sebagai pekerja tukang parkir kendaraan dipasar Simpang yang hanya pas-pasan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

M. Robin Aswi Arifin orang tua adinda M.Haqki Madani saat diwawancarai mengenai anaknya sudah berapa lama seperti ini mengatakan kami bekerja sebagai tukang parkir kendaraan di pasar Simpang dan baru ketauan anak saya ini sakit seperti ini sekitar umuran 3 bulan, cuman pas sejak lahir sudah masuk ruangan indikator di rumah sakit selama 2 Minggu di Sukadana terus dirawatlah selama 3 bulan di rumah sakit.

Lanjutnya, ya beginilah tempat tinggal saya yang keterbatasan hanya 3 x 3 meter persegi kebetulan tinggal bersama orang tua, hanya menumpang dengan orang tua. “Katanya saat memberikan penjelasan pada Bumi1.com.

“Awalnya anak saya ini sakit Micro Sipalus Epilipsi kejang-kejang, nah selanjutnya 3 bulan kemudian kontrol di Aka Medika diponis sama dokter Ana menurut diaknosanya sakit Carebral Plasy Spastik atau lumpuh otak.

Dan disaranin sama dokter untuk trapi anak saya ini selama 4 sampai 5 tahun, jadi sakitnya anak saya ini sudah 2 tahun lamanya, pas 2 tahunnya tahun ini. “Jelasnya.

Harapan saya kepada Pemerintah instansi terkait. Saya juga sudah katakan pas pertama dulu kehadiran di kediaman saya ini, saya tidak meminta bantuan apapun dari Pemerintah.

Cuman bagaimana selanjutnya dengan nasib kesehatan anak saya kedepannya. Soalnya Anak-anak kebutuhan khusus seperti anak saya ini seharusnya di tanggung oleh Pemerintah dan sudah ada undang-undangnya.”Paparnya. (Roni)