Pedagang Makanan Merasa Senang Adanya Kampus Unu Lampung

0
110

Lampung (Bumi1.com) Muntovia pedagan makanan “Kedai Aizza Libra 354” merasa senang bisa berjualan di samping Kampus Universitas Nahdatul Ulama (Unu) Lampung tepanya jalan raya Lintas Pantai Timur Desa Taman Fajar, hal itu dikatakanya saat dijumpai Bumi1.com didaganganya, pada Jum’at (16/10/2020) siang.

Pantauan Bumi1.com dilokasi nampak terlihat jelas para pedagang berderetan baik disamping Kampus maupun didepan Kampus Unu Lampung tepanya dijalan Lintas Pantai Timur dan jalan menuju masuk Desa setempat.

Muntovia pedagan makanan “Kedai Aizza Libra 354” saat diwawancarai terkait daganganya mengatakan saya disini jualan makanan dan Es juz baru 2 Minggu. Untuk biaya sewa tempat ini besaran biayanya 3.700,000.(tiga juta tujuratus ribu) bertahap bertahun – tahun tetapi untuk taunya tidak ditentukan. “Kata Muntovia dalam penjelasnya kepada Bumi1.com.

Kalau untuk biaya listrik tergantung pengeluaranya jumlah abis listriknya berapa nanti dibagi disetial sten atau setiap para pedagang, kemaren saya sudah bayar 30 ribu.”Jelasnya.

Lanjutnya, untuk pendapat saya tidak menentu kadang dapat 100 kadang 100 lebih ya kadang kurang dari 100, ya tergantung rezeki lah. Untuk pembelinya mahasiswa Unu banyak, bahkan masyarakat sekitar sini dan kadang orang jauh pas lewat sini karena harga yang saya jual seperti makanan dan Es ini sangat standar.

Menurutnya, warung -warung yang jualan disini dikelola oleh Desa dan jualan disini pun belum lama baru-baru ini saja. “Alhamdulilah adanya warung kecil ini bisa berjualan, bisa mandiri untuk mendapatkan penghasilan sehari-hari serta membantu kebutuhan keluarga.

Kami berharap pada mahasiswa ataupun orang yang lewat sini mampirlah untuk jajan -jajan disini seperti makanan ringan sesuai harganya kok karena tidak menguras kantong yang banyak. “Paparnya.

Sementara pengurus atau pengelola sten warung – warung kecil di samping Kampus Unu Lampung yang mengatasnamakan “Paguwupan Muda Mandiri Tugu Payung” Agus Eko Andrianto saat dikonfirmasi mengatakan tanah ini restan jalan milik Desa tetapi kami tetap mengikuti aturan Desa dibawah naungan Bumdes. Walaupun untuk pendanaan murni suwadaya dari Paguwupan kawan-kawan disini.

Saat ditanya biaya sewa tempat warung -warung kecil yang sudah dibuka ini menjawab untuk biaya sewa tempat belum dipastikan karena masih baru dan belum ramai nanti kalau dah ramai kaitanya berapa persen untuk biaya sewa tempat untuk jualan disini itu masih disesuaikan. Inikan masih ngrintis dan masih musim pandemik Covid-19 belum normal. “Kata Agus saat memberikan penjelasan kepada media.

“Untuk jumlah warung yang sudah buka ada 7 warung itupun baru bulan-bulan ini. Alhamdulillah adanya Kampus Unu Lampung akan tambah ramai dan maju untuk berjualan disini secara perekonomian masyarakat.

Kami berharap adanya warung -warung disini dan Kampus Unu Lampung bisa bermanfaat untuk pemuda disini serta mengurangi pengangguran dan bisa menjadi kebanggaan Desa atau Aicon Desa bahwa kami pemuda bisa berdikari. “Ungkapnya.

Serta adanya Kampus Unu Lampung kami sebagai pemuda dan “Paguwupan Muda Mandiri Tugu Payung” mendukung penuh karena ini tempat pendidikan “Tutupnya.(Erwan/red)