Polisi Ringkus Residivis Curat Dan Satu DPO

0
56

Lampung (Bumi1.com) Tim Unit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Kalianda Lampung Selatan  berhasil menangkap inisial NA (36) tahun pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), Kamis (15/10/2020).

Mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi menerangkan, pelaku curat inisial NA ditangkap pada Rabu (14/10), sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

“Pelaku berhasil ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Kalianda, sedangkan 1 (satu) rekan pelaku bernama A berstatus DPO,” Terang AKP Mulyadi.

Kasus ini bermula dari kejadian curat yang terjadi di rumah korban Hermansyah Bin Karim (34) warga Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Lamsel, pada Selasa (01/09), sekira jam 03.00 WIB.

Dimana, pelaku memaksa masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela rumah menggunakan obeng. Kemudian, pelaku berhasil masuk dan mengambil satu buah HP merek Samsung J2 Frame warna silver dan uang Rp. 100.000.- (Seratus Ribu Rupiah).

Berdasarkan kejadian itu, korban kemudian melaporkan pencurian tersebut ke Mapolsek Kalianda. “Berdasarkan laporan korban, Tim Unit Reskrim Polsek Kalianda bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap kasus dengan mengamankan pelaku,” Ujar AKP Mulyadi.

Mantan Kapolsek Penengahan itu melanjutkan, dari proses interogasi oleh petugas terhadap pelaku yang ternyata seorang residivis, akhirnya pelaku tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya. Kini, pelaku mendekam di sel Mapolsek Kalianda guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, berhasil diamankan barang bukti berupa 1 (Satu) Buah HP Merek Samsung J2 Frame Warna silver dan 1 (satu) Buah Obeng bergagang plastik Warna Hitam Merah yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Akibat dari kejadian tersebut, korban Hermansyah Bin Karim (34) Tahun, harus mengalami kerugian materi sebesar Rp. 2.700.000,- (Dua Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah). “Tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal tujuh tahun,” Pungkas AKP Mulyadi. (Jhony)