Komisi II DPRD Tanggamus Adakan Kunjungan Kerja Ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan

0
68

Lampung (Bumi1.com) Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung pada Selasa, (24/03/2020).

Hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Ketua I Irwandi Suralaga dari Fraksi PKB, Ketua Komisi II Fakhruddin Nugraha dari Fraksi PKS, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Amalia Rizkiyanti.

Untuk mengawali acara pembukaan Ketua Komisi II Fakhruddin Nugraha memaparkan bahwa Kabupaten Tanggamus mempunyai komoditi unggulan seperti kopi yang hebat. “Insya allah potensinya bagus. Selain itu kami juga mempunyai hasil bumi yang baik,”Kata Fakhrudin.

Fakhrudin menambahkan, kami ingin hasil bumi dari Kabupaten Tanggamus yang potensial ini dapat lebih ditingkatkan. Tentunya dengan bantuan dari program-program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung.”Jelasnya.

Amalia mewakili Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung dalam penyampaianya mengatakan program-program kerjanya pada 2020. Peninjauan UPTD Laboratorium yang ada di seluruh Lampung.

Selanjutnya, kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung untuk pengamat organisme pengganggu tanaman pertanian yang tersebar di Provinsi Lampung.”Ucapnya.

Menurut Amelia, hal ini akan sejalan dengan visi dan misi dari Gubernur Lampung yang ingin menciptakan kehidupan religius dan kesejahteraan pada masyarakat.

Amelia mengatakan, Gubernur mengeluarkan program kartu petani bersama (KPB). Untuk para petani serta memberikan beasiswa dan mendorong kebijakan pertanian Lampung agar cukup tinggi. Supaya Lampung cukup makmur, karena luas baku sawahnyan mencapai 361.708 hektar dari BPN tahun 2019, selain itu Jagung nomor 3 Nasional kalau Padi peringkat ke 6.”Jelasnya.

“Permasalahan kita sekarang ini di lahan dan infrastruktur konversi lahan. Provinsi Lampung untuk pertanian dan program kerja peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan, ini menjadi pengaruh besar bagi para Pertanian.

Sementara untuk kebutuhan benih mencapai 11.000 ton, adapun pemantapan kebutuhan rumah tangga berupa alat pengolahan, jaringan irigasi dan teknis antara lain bidang konsumsi dan keamanan pangan, pengembangan usaha pangan lokal serta pemantapan ketahanan pangan rumah tangga itu sebagai penunjang pertanian. “Tutupnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus Fakhruddin Nugraha menyampaikan, dengan menyimak program sterategis Dinas Pertania Provinsi Lampung dan pemaparan dari program Lampung berjaya yang menjadi sentra-sentra pangan, diharapkan Kabupaten Tanggamus bisa memperoleh hasil yang maksimal.”Ucapnya.

Lanjut Fakhruddin, beberapa hal yang perlu disampaikan bahwa, data menunjukan wilayah Tanggamus sangat potensial untuk tanaman Padi dan buah-buahan.

Berarti ini menunjukan kalau Kabupaten Tanggamus dapat mendukung ketahanan nasional, sehingga bisa tercipta ketahanan pangan. kami harapkan ada sinergisitas antara Kabupaten dengan Provinsi.”Pungkasnya.

Sementara perwakilan Dinas menangapi pertanyaan para anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus menyampaikan, terkait alih fungsi lahan ada perda dan tindak lanjutnya, terkait masalah pupuk kita lebih mengutamakan lahan-lahan sawah yang sudah terdaftar.

Terkait kostratani adalah komando tani yang tujuannya adalah meningkatkan semua kegiatan pertanian, peternakan, perkebunan, pembangunannya dan dibangun dari pinggiran Desa untuk semua kegiatan menggunakan anggaran dari APBD dan APBN.

Di akhir acara Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus Fakhruddin Nugraha menyampaikan, tujuan kunjungan ini adalah mensinergikan program Pusat dan program Provinsi serta program di Kabupaten Tanggamus.

Dalam pertemuan ini membahas mengenai keluhan masyarakat tanggamus terkait tanaman lada, karena lada merupakan tanaman primadona untuk komoditas ekspor sehingga perlu dicari solusinya.

Fakhruddin juga berharap program-program pertanian dari Pemerintah agar dapat lebih dimaksimalkan. seperti pengalokasian dana dari Pusat, hal ini sangat penting guna menutupi kerugian petani lada. “Tandasnya. (Adv)