Pembangunan Saluaran Irigasi Tersier Milik PT Indo Teknik Capai 95%

Lampung (Bumi1.Com) Pembangunan saluaran Irigasi Tersier milik PT Indo Teknik tepatnya di Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur pada bulan Agustus tahun 2019 pekerjaanya sudah mengapai 95% untuk saat ini tinggal pemasangan boks bagi air dan perapian saja, hal itu dikatakan Direksi Balai Besar Wilayah Mesuji Sekampung yang mengawasi pekerjaan PT. Indo Tehnik, pada saat di temui Bumi1. Com di lokasi pekerjaan, Rabu (07/08/2019).

Direksi Balai Besar Wilayah Mesuji Sekampung Sugi Pramono selaku penanggung jawa proyek pembangunan Tersier ATS 11 milik PT. Indo Teknik, menjelaskan pembangunan untuk sekarang ini sudah mencapai sekitar kurang lebih 95 han dan sudah 95% terlaksana tinggal sedikit lagi, “pembangunan saluran Tersier berupa ferosemen kebanyakanya, tetapi ada juga beberapa saluran kita memakai timbunan juga.

Untuk lokasinya kita ada 2 Kecamatan, Kecamatan Jabung dan Pasir Sakti kalau desanya meliputi ada Desa Asahan, Desa Adiluhur, Desa Beteng Sari, Desa Purworejo,Desa Mulyosari dan Pasir Sakti juga masuk. Pembangunan ini di mulai pada tahun 2017 sampai 2019 sekarang ini,

Ia menambahkan, Terkait kendala sebetulnya kalau dikatakan tidak ada tidak mungkin, tetap ada kendala cuman mungkin kebanyakan kendalanya masalah sosial dan alam, karena untuk pekerjaan pembangunan Tersier ini kita tidak ada pembebasan tanah. Jadi kita memakai tanah milik warga untuk di jadikan saluran irigasi seperti Tersier itu,

Lanjutnya, makanya di situ kita sebelum bekerja atau melakukan pekerjaan kita adakan sosialisasi dulu pada masyarakat. di semua pembangunan saluran Tersier ini rata-rata tidak ada ganti rugi kecuali kalau pembangunan Primer dan Sekunder, ” Ucapnya.

Ia berharap pada masyarakat khususnya petani, “mudah-mudahan apa yang sudah kita bangun berupa saluran irigasi Tersier, Jalan Rigid dan Gorong-Gorong itu mudah-mudahan bisa dirasakan masyarakat dan bisa bermanfaat untuk masyarakat petani. “Imbuhnya.

Selain itu ia meminta pada masyarakat petani agar bisa menjaga dan dirawat setelah selesai pembangunan ini, supaya usia bangunanya awet dan lama untuk pemanfaatanya. karena sebelum adanya irigasi masih menggunakan pompa air, dengan adanya irigasi teknis ini jadi tidak memakai pompa air lagi, mudah-mudahan kedepannya akan meningkatkan produksi para petani begitu.

“Yang biasanya dalam satu hektar sawah untuk mengisi air itu bisa mencapai 1 juta setengah sampai 2 juta untuk biaya pompa air itu, dengan adanya sistem irigasi teknis yang sudah jadi nanti tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya memasukan air kesawahnya dan masyarakat sangat terbantu, “Pungkasnya.

Hal senada juga di katakan Sri Supadmi pemilik sawah sekaligus warga petani Desa Mulyosari saat di jumpai di sawah mengatakan ia sangat senang adanya bantuan dari program Pemerintah melalui pembangunan saluran irigasi untuk para petani,

Ia menambahkan “adanya pembangunan irigasi untuk petani ini, petani tambah senang dan akan lebih maju lagi karena terbantunya irigasi ini. Ia berharap pembangunan ini agar lebih ditingkatkan lagi, lebih maju lagi biar petaninya tambah sukses lagi untuk kedepannya. yang tadinya panen setahun 2 kali mungkin adanya saluran irigasi ini bisa menambah menjadi 3 kali panen, “Pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *