Sulitnya Air Untuk Petani, Kades Pasir Sakti Angkat Bicara

Lampung (Bumi1. Com) Kepala Desa Pasir Sakti Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur terharu terkait keluhan para petani padi yang mengeluhkan sulitnya air saat musim tanam padi tiba, Selasa (17/07/2019).

Hal itu di katakan kepala Desa setempat di ruang kerjanya pada saat di temui di kantornya dan terlihat jelas pada saat Bumi1. Com berkunjung di tempat pertanian di Desa Pasir Sakti pada saat musim tanam padi tiba.

Kepala Desa Pasir Sakti Suwarto pada saat di temui di ruang kerjanya saat dikonfirmasi terkait keluhan para petani padi menjelaskan Saya juga masyarakat petani padi dan juga sebagai Kepala Desa Pasir Sakti, “saya juga menggarap lahan sawah sendiri di dusun 3 kelompok tani Setia Karya di Gaboktan Sidodadi,

“Jadi perlu saya sampaikan dan saya mohon pada pihak Pemerintah terutama pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung di Bandar Lampung termasuk para kontraktor ataupun PT yang mengerjakan irigasi bendung Jabung dua, Saya mohon dengan sangat, hari ini masyarakat kami dengan hamparan sawah 760 hektar di Desa Pasir Sakti sudah melaksanakan tanam musim gadu.

Tambahnya, Dan hari ini kami sudah kekurangan air, karena pasokan air dari paret 12 dari daerah Jabung sudah berkurang, “Saya mohon dengan adanya program irigasi bendungan Jabung agar bisa di alirkannya, air melalui bendungan Jabung 2 dari kali Sekampung agar kebutuhan para petani padi di Desa kami tercukupi,

Karena apa, dengan adanya kekurangan air ini kami khawatir masyarakat akan semakin emosi dengan berebutnya air. sumur bor sumur bor bantuan tidak ada yang berfungsi sama sekali, “ucapnya.

Lanjut Suwarto, Kami berharap supaya cepat ditidak lanjuti agar tidak terjadi gagal panen. sekali lagi kami atas mana mewakili masyarakat petani padi dengan hamparan 760 hektar dan selaku Pemerintah Desa Pasir Sakti kami mohon pada Pemerintah Balai maupun dari pihak-pihak kontraktor secepatnya di alirkan air dari kali sekampung sehingga kebutuhan para petani kami bisa tercukupi untuk menuju swasembada pangan di Lampung Timur, “Pungkasnya.

Hal senada juga di katakan warganya yanto warga petani padi mengatakan pada saat musim tanam tiba sekarang ini kesusahan air, karena kita harus menyedot air dari kali di arahkan ketersier baru bisa diambil untuk di arahkan sawah miliknya sekarang ini.

Lanjutnya Ia berharap pada Pemerintah ataupun pihak terkait agar dua bulan kedepan masa tanam ini masih ada air, “Jadi kalau di dua bulan kedapan masih ada kita tidak bingung untuk padi bunting sampai panen dan aman kalau masih ada air, tetapi kalau tidak ada air dari saat ini musim tanam hingga 1 bulan kedepan bisa terjadi gagal panen, “Tutupnya. (Erwan/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *